Bismillah
Sebuah Realita.
Ustadz yang satu ini boleh diakui banyak penggemarnya. Ya iya lah secara brondong gitu nek . Punya sens humor yang tinggi, Fisik sebelas dua belas lah sama ustad kondang Ahmad Al-Habsy (janggutnya doank stad ) ..abis sebelas, dua belas, tiga belas, empat belas..seterusnya ..jauuh banget doonk?!, hehe..kalo udah si ustad ini tatakallam (berbicara), BEUUH !!..semua mata tersihir padanya (tatap mata oojaan), lho ?!, salah ya?!..termasuk mata mata oknum yang ..eghm ..prikitiuuw ..rada jelalatan . Kalo kata mereka yang aku temui ..
”matanya chaa ..jaim banget si ustad kalo sama akhwat ..”,
"nge lucon mulu si ustad"
weq ! ohok ohok !, egghhm ..GUUUBBRAAAAKK GRASUK ! ya iyalah masa mau main mata ..astaghfirullooh …ckkck ..alhamdulillah, si ustad ini masih menjaga izzah nya ..
Apalagi nih, beliau bergelar “AL-HAFIDZ”, subhanallah …wedeeeww ..para akhwat masuk garda terdepan deh untuk masuk ke benteng hati beliau . Hayo ..hayoo ..kucek kucek dulu matanya ..hihih ..Dan lagi Gak hanya itu, jarang jarang ye ustadz punya account jejaring social. Yups, si ustad ini punya facebook !, gak hanya punya terus di biarin menjamur,..gak mau kalah sama ABG(Anak Baru Gaol) yang lain, status beliau di fb sangat up to date kawan2 !!!, Yang comment bejiibuun ..coba kita telusuri baik2 siapa saja yang comment ?? coba coba coba …hmm …Ternyata ..ternyataaaa ……ternyata aku makin cinta …(e eh piye malah nyanyi)..hehe
Ternyata ..PARA AKHWAT yang menduduki peringkat pertama. !!!, ow ow ow ..(awas ustad ..klepek klepek)..ihiiy …piss stad v^^
Sampe ada katanya yg nyaranin statusnya si ustad bawa aja ke penerbit ..uuhuuy …perfect sudah kalo si ustad ini dijuluki “USTAD GAUL” yo yo ..mamen !!
Disini aku mau mengerucutkan ke beberapa status2nya si ustad dan beberapa comment beliau di facebook..(hanya mengambil yang kocaknya saja)
==========================================================
-Siang td mti lmpu,, skrg mati lg.. Memang, ga ada pemadaman brgilir,, tp yg ada Nyala brgilir..
(Bukn back to nature,, tp back to jadul..)
-Lagu yg tepat bwtku sore ini bukan "Sepanjang Jalan Kenangn" tp "Sepanjang Jalan Kehujanan...
(dptkn sj kaset/cdnya di apotek trdekat..)
-Ganti Ban (motor) Belakang.. Rupanya, penyebab ban belakang lbh cpt botak/gundul dibanding dg
ban depan adalh krn ban belkang slalu berfikir trus mnerus bgaimana caranya bs mengejar ban depan...
-Perpus. Iman Jama'. Ku lihat ibu2 smangat mncari buku2 referensi utk bikin makalh.. Ada yg bulak balik mngelilingi rak buku, tp bku yg dia inginkn blm ktmu jg. Rupanya dia salah ngerti.. Yg dia cari mestinya bku HUKUM MAWARIS (warisan), eh..dia carinya HUKUM MARAWIS.. Koplak...
(bgmnpun salut tuk smngtny )
-INDONESIA vs URUGUAY Krn brhalngn nnton lgsung d Senayan, pak Beye mengutus jubir ny utk nnton skligus mlaporkan jlnnya pertndingn. Beye: brp skor prtandingan? Jubir: Indonesia kalah 3-0, pak.. Beye: baguslah, sy bangga dg Timnas kt, klah 3-0 itu tdk mmalukan krna tdk kalah telak.. Jubir: tapi maaf pak,,, ini pertandingn bru berjalan 5 Menit.... ~Koplaak..
-Saatny kmbali mnyatukan 2 rasa yg berbeda.. Kopi ada, gula oke, tp air panas blm siap.. Pye yo??? Yo wislah.., kopi sm gula d telan dl, air panasny mnyusul,, biar nnti d aduk sndiri dlm perut...
-Seseorang ingin membeli orange juice di suatu tempat :
“bang, ada orange juice gak?”,
Sang penjual menjawab , “ Gak ada pak, adanya jus jeruk”
Si pembeli kembali berkata, “ ya udah deh bang, gak jadi”
-Mklumlh,, Matahari d jkrt dah g panas lg.."mthri dept.store”..
Segitu dulu ya ..boleh lah tulisan2 si ustad barusan di bukukan di majalah “humor gaya ustad”..hehehhehee …..NGAYAL MODE:ON
Afwan , jika ada kata2 saya yang tidak berkenan, yang salah tolong dibenarkan, yang benar????, (clingak clinguk atas bawah, kanan kiri), ternyataa .. TIDAK ADAA !!, hahaha ..
Haduuh ..sebenernya saya ini menulis apa sih ??, seenak jari wae ..karena kepala saya lagi pusyiiing tingkat kayangan ..jadi lah tulisan ini ..@_@ STREEEESSSSS !!!!
Afwan kalo agak lebaaay , agak semeriiwiing …seriusan deh, kepala saya lagi pusing banget plus ditambah badan rontok ..huhuh T.T , teganya teganya ..Y.Y yang buka panti gratis siapa ???
Untuk Ustad yang merasa statusnya saya muat di notes, afwan jiddan ustad ..jangan scor saya dari ….(sensor), Hihi ..
Untuk para akhwat yang rada deg deg serr, afwan juga yaa ..ssuuutt bukan bermaksud konspirasi ..:P
SAYA TEGASKAN NOTES SAYA HANYA UNTUK REFRESHING SEJENAK,
IBTASIM ..KEEP SMILE ..TETAP TERSENYUM ^_______________^
JANGAN ADA DENDAM DIANTARA KITA ..^^
Oke coy ????,
b^^d
Oleh : Annisa Rahmah (Mahasiswi Ma'had Al-Husnayain - Bhs. Arab)
Selengkapnya...
Lelucon si Ustad Gaul
KESEIMBANGAN MATEMATIKA DALAM AL- QUR’AN
Orang yang berilmu ditinggikan derajatnya di hadapan Allah,…
Allah SWT menyuruh manusia untuk berfikir, salah satunya adalah dengan menggunakan penyebutan angka dalam Al-Quran,…..
Penyebutan angka atau bilangan dalam Alquran, tujuannya agar menjadi ujian bagi orang kafir dan bertambahnya keimanan bagi orang yang beriman.
”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (QS Ali Imran: 190).
”Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang Mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): ‘Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?‘ Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.” (QS Muddatstsir: 31).
Ayat-ayat di atas merupakan beberapa contoh yang disebutkan Allah dalam Alquran mengenai keberadaan angka-angka (bilangan). Tujuannya agar manusia itu menggunakan akalnya untuk berpikir dan meyakini apa yang telah diturunkan, yakni Alquran. Allah menciptakan alam semesta ini dengan perhitungan yang matang dan teliti. Ketelitian Allah itu pasti benar. Dan, Dia tidak menciptakan alam ini dengan main-main. Semuanya dibuat secara terencana dan perhitungan.
Abah Salma Alif Sampayya, penulis buku Keseimbangan Matematika dalam Alquran , menyatakan, bilangan adalah roh dari matematika dan matematika merupakan bahasa murni ilmu pengetahuan ( lingua pura ). Setiap bilangan memiliki nilai yang disebut dengan angka. Peranan matematika dalam kehidupan pernah dilontarkan oleh seorang filsuf, ahli matematika, dan pemimpin spiritual Yunani, Phitagoras (569-500 SM), 10 abad sebelum kelahiran Rasulullah SAW. Phitagoras mengatakan, angka-angka mengatur segalanya.
Abah Salma Alif Sampayya, penulis buku Keseimbangan Matematika dalam Alquran , menyatakan, bilangan adalah roh dari matematika dan matematika merupakan bahasa murni ilmu pengetahuan ( lingua pura ). Setiap bilangan memiliki nilai yang disebut dengan angka. Peranan matematika dalam kehidupan pernah dilontarkan oleh seorang filsuf, ahli matematika, dan pemimpin spiritual Yunani, Phitagoras (569-500 SM), 10 abad sebelum kelahiran Rasulullah SAW. Phitagoras mengatakan, angka-angka mengatur segalanya.
Dalam Alquran disebutkan sejumlah angka-angka. Di antaranya, angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 19, 20, 30, 40, 80, 100, 200, 1000, 2000, 10 ribu, hingga 100 ribu. Penyebutan angka-angka ini, bukan asal disebutkan, tetapi memiliki makna yang sangat dalam, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Misalnya, ketika ada yang bertanya mengenai jumlah penjaga neraka Saqar, dalam surah al-Muddatstsir ayat 31 disebutkan sebanyak 19 orang. Allah menciptakan langit dan bumi selama enam masa. Tuhan adalah satu (Esa), bumi dan langit diciptakan sebanyak tujuh lapis, dan lain sebagainya.
Penyebutan angka-angka ini, menunjukkan perhatian Alquran terhadap bidang ilmu pengetahuan, khususnya matematika. Yang sangat menakjubkan, beberapa angka-angka yang disebutkan itu memiliki keterkaitan antara yang satu dan lainnya. Bahkan, di antaranya tak terpisahkan. Begitu juga, ketika banyak ulama dan ahli tafsir berdebat mengenai jumlah ayat yang ada didalam Alquran. Sebagian di antaranya menyebutkan sebanyak 6.666 ayat, 6.234 ayat, 6.000 ayat, dan lain sebagainya. Perbedaan ini disebabkan adanya metode dalam perumusan menentukan sebuah ayat.
Bismillahirrahmanirrahim yang diletakkan sebagai kalimat pembuka dari keseluruhan ayat dan surah di dalam Alquran, memiliki susunan angka yang sangat menakjubkan. Kalimat basmalah itu bila dihitung hurufnya mulai dari ba hingga mim, berjumlah 19 huruf. Angka 19 ini, ternyata menjadi ‘kunci utama’ dalam bilangan jumlah surah, jumlah ayat, dan lainnya di dalam Alquran.
Begitu juga dengan angka tujuh, bukanlah sekadar menyebutkan angkanya, tetapi memiliki perhitungan dan komposisi yang sangat tepat. Misalnya, jumlah ayat dalam surah Al-Fatihah sebanyak tujuh ayat dan jumlah surah-surah terpanjang dalam Alquran (lebih dari 100 ayat) berjumlah tujuh surah.
Penyebutan angka-angka itu bukanlah secara kebetulan atau asal bunyi (asbun). Semuanya sudah ditetapkan oleh Allah dengan komposisi yang jelas dan akurat. Tidak ada kesalahan sedikit pun. ”Kitab (Alquran) ini tak ada keraguan di dalamnya dan ia menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 2).
Karena itulah, Stephen Hawking, seorang ilmuwan dan ahli matematika terkenal, yang pada awalnya tidak membutuhkan hipotesis Tuhan dalam mempelajari alam semesta, meyakini adanya unsur matematika yang mengagumkan yang melekat di dalam struktur kosmos (alam semesta). Hawking mengatakan, ”Tuhanlah yang berbicara dengan bahasa itu.”
Hal yang sama juga diungkapkan Albert Einstein, fisikawan terkenal dan penemu bom atom. ”Tuhan tidak sedang bermain dadu,” ungkap Einstein. Semua berdasarkan perhitungan, ukuran, dan perencanaan yang matang, bahkan ketika dentuman besar ( big bang ) pertama, di mana Allah dengan kata Kun Fayakun -nya, menciptakan alam semesta dalam hitungan t=0 hingga detik 10 pangkat minus 43 detik.
Stephen Hawking mengatakan, ”Seandainya pada saat dentuman besar terjadi kurang atau lebih cepat seperjuta-juta detik saja, alam semesta tidak akan seperti (sekarang) ini.”Itulah rahasia Allah. Semua yang disebutkan-Nya di dalam Alquran, menjadi tanda dan petunjuk bagi umat manusia, agar mereka beriman dan meyakini kebenaran pada kitab yang diturunkan-Nya kepada Nabi Muhammad SAW. Wa Allahu A’lam.
Selengkapnya...
ABDULLAH BIN ABBAS
Lisannya bertanya, Qalbunya mencerna
Di antara sahabat-sahabat RasuluLlah SAW, terdapat beberapa sahabat kecil yang ketika melafadzkan syahadat mereka berusia sangat muda, atau ketika mereka dilahirkan, ayah bunda mereka telah muslim. Perhatian Rasulullah SAW kepada para sahabat cilik ini, tidak berbeda dengan sahabat-sahabat yang lainnya. Bahkan beliau sangat memperhatikan mereka dan meluangkan waktu untuk bermain, bicara dan menasehati mereka.
AbduLlah bin Abbas (Ibnu Abbas) adalah salah satu kelompok sahabat junior ini. Beliau dilahirkan tiga tahun sebelum hijrah. Semenjak kecilnya, beliau sudah menunjukkan kecerdasan dan ke¬ sungguhannya terhadap suatu masalah. RasuluLlah mengetahui poten¬ si besar yang ada pada anak muda ini, seperti halnya beliau melihat potensi yang sama pada Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah dan sahabat-sahabat cilik lainnya.
RasuluLlah SAW sering terlihat berdua bersama si kecil AbduL¬ lah bin Abbas. Suatu ketika, misalnya, RasuluLlah SAW mengajak Ibnu Abbas RA berjalan-jalan seraya menyampaikan tarbiyahnya kepada pemuda cilik ini:
"Ya ghulam, maukah engkau mendengarkan beberapa kalimat yang sangat berguna?
Jagalah ALlah SWT (ajaran-ajaranNya), maka engkau akan menda¬ patkanNya selalu menjagamu. Jagalah ALlah SWT (larangan-laran¬ ganNya), maka engkau akan mendapatkanNya selalu dekat di hadapan¬ mu. Kenalilah ALlah dalam sukamu, maka ALlah akan mengenalimu dalam dukamu. Bila engkau meminta, mintalah kepada ALlah. Jika engkau memerlukan pertolongan, mohonkanlah kepada ALlah. Semua hal (yang terjadi denganmu) telah selesai ditulis. Ketahuilah, seandainya semua makhluk bersepakat untuk membantumu dengan apa yang tidak ditaqdirkan ALlah untukmu, mereka tidak akan mampu membantumu. Atau bila mereka berkonspirasi untuk mengha¬ langi engkau mendapatkan apa yang ditaqdirkan untukmu, mereka juga tidak akan dapat melakukannya. Semua aktifitasmu kerjakan¬ lah dengan keyakinan dan keikhlasan. Ketahuilah, bahwa bersabar dalam musibah itu akan memberikan hasil positif; dan bahwa kemenangan itu dicapai dengan kesabaran; dan bahwa kesuksesan itu sering dilalui lewat tribulasi; dan bahwa kemudahan itu tiba setelah kesulitan.
[Hadist Riwayat Ahmad, Hakim, Tirmidzi]
Demikianlah rangkaian prinsip aqidah, ilmu dan 'amal yang manakah hasil tarbiyah RasuluLlah itu? AbduLlah bin Abbas tumbuh menjadi seorang muslim yang penuh inisiatif, haus ilmu, dekat dengan Allah dan Rasul-Nya.
Suatu ketika, Ibnu Abbas ingin mengetahui secara langsung bagaimana cara RasuluLlah shalat. Untuk itu, ia sengaja menginap di rumah bibinya: ummahatul mu'minin, Maimunah bint al-Harist. Ketika itu ia melihat RasuluLlah bangun tengah malam dan pergi berwudhu. Dengan sigap Ibnu Abbas membawakan air untuk berwudhu, dengan demikian ia dapat melihat sendiri bagaimana RasuluLlah berwudhu. RasuluLlah - sang murobbi agung itu - tidak menyepele¬ kan hal ini, beliau mengelus dengan lembut kepala Ibnu Abbas, seraya mendo'akan: "Ya ALlah, faqih-kanlah ia dalam perkara agama-Mu, dan ajarilah ia tafsir Kitab-Mu."
Kemudian RasuluLlah berdiri untuk sholat lail yang dimakmumi oleh isteri beliau, Maimunah. Ibnu Abbas tak tinggal diam, dia segera berdiri di belakang RasuluLlah SAW; tetapi RasuluLlah kemudian menariknya agar ia berdiri sedikit berjajar dengannya. Ibnu Abbas berdiri sejajar dengan RasuluLlah, tetapi kemudian ia mundur lagi ke shaf belakang. Seusai sholat, RasuluLlah memper¬ tanyakan sikap Ibnu Abbas ini, dan dijawab oleh Ibnu Abbas bahwa rasanya tak pantas dirinya berdiri sejajar dengan seorang Utusan ALlah SWT. RasuluLlah ternyata tidak memarahinya, bahkan beliau mengulangi do'anya ketika berwudhu tadi.
Ketika Ibnu Abbas berusia 13 tahun, RasuluLlah wafat. Beliau sangat merasa kehilangan. Tapi hal ini tidak menjadikannya berse¬ dih atau lemah. Dengan segera ia mengajak teman sebayanya untuk bertanya dan belajar pada sahabat-sahabat senior mengenai apa saja yang berkenaan dengan RasuluLlah dan ajaran al-Islam. Logika Ibnu Abbas, saat itu mengatakan bahwa para sahabat masih berada di Madinah, inilah kesempatan terbaik untuk menimba ilmu dan informasi dari mereka, sebelum mereka berpencaran ke kota-kota lain atau sebelum mereka wafat. Namun sayang, ajakan ini tidak ditanggapi oleh rekan-rekan sebayanya, karena mereka rata-rata beranggapan bahwa para sahabat senior tidak akan memperhatikan pertanyaan anak-anak kecil macam mereka.
Ibnu Abbas tak patah arang. Beliau sendiri mendatangi para sahabat yang diperkirakan mengetahui apa saja yang ingin ia tanyakan. Dengan sabar, beliau menunggu para sahabat pulang dari kerja keseharian atau da'wahnya. Bahkan kalau sahabat tadi kebet¬ ulan sedang berisitirahat, Ibnu Abbas dengan sabar menanti di depan pintu rumahnya, hingga tertidur, tergolek beralaskan pakai¬ annya. Tentu saja para sahabat terkejut menemui Ibnu Abbas terti¬ dur di muka rumahnya, "Oh keponakan RasuluLlah, ada apa gerangan? Kenapa tidak kami saja yang datang menemuimu, bila engkau ada keperluan?" "Tidak,"kata Ibnu Abbas, "sayalah yang harus datang menemui anda."
Demikianlah masa kecil Ibnu Abbas. Bagaimana dengan masa dewasanya? Beliau katakan sebagai seorang muda yang berwawasan dewasa, yang lisannya selalu bertanya dan qalbunya selalu mencerna. Umar bin Khattab selalu mengundang Ibnu Abbas dalam majelis syuro'nya dengan beberapa sahabat senior, dan beliau selalu berkata kepada Ibnu Abbas agar ia tidak perlu sungkan menyampaikan pendapat. Inilah bentuk tarbiyah lain yang diperoleh oleh Ibnu Abbas, dengan selalu berada dalam kalangan sahabat senior.
Dalam masa kekhalifahan Utsman bin Affan RA, beliau berga¬ bung dengan pasukan muslimin yang berekspedisi ke Afrika Utara, di bawah pimpinan AbduLlah bin Abi-Sarh. Beliau terlibat dalam pertempuran dan juga dalam da'wah di sana. Di masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib RA, Ibnu Abbas mengajukan permohonan untuk menemui dan berda'wah kepada kaum Khawarij. Melalui dialog dan diskusinya yang intens, sekitar 12.000 dari 16.000 khawarij bertaubat dan kembali kepada ajaran Islam yang benar.
AbduLlah bin Abbas, yang muda yang ulama, wafat dalam usia 71 tahun pada tahun 68H. Sahabat Abu Hurairah RA, berkata "Hari ini telah wafat Ulama Ummat. Semoga ALlah SWT berkenan memberikan pengganti AbduLlah bin Abbas."
Selengkapnya...